Karya
Dianus You
Awal pekan dipenuhi romansa,
Jemariku menari mencipta sketsa.
Terngiang hingga menutup usia,
“Kita dua to,” terdengar sederhana.
Lekaslah percaya, kau terlahir untukku,
Sulit diterjemahkan tiap detak jantungmu.
Bersahabatlah dengan segala rapuhku,
Aku tak berdaya bila jauh darimu.
Dalam riwayat panjang hidupmu,
Ada kesan yang membuatku utuh
Saat melawan badai yang membatu,
Saat menapaki musim yang tak pernah berakhir,
Bahkan ketika meneguk pahitnya kenyataan getir.
Ironis, bimbang mengguncang kalbuku;
Mungkinkah tiga kata itu palsu?
Entahlah hanya Tuhan yang Maha Tahu.
Haruskah aku terperangkap dalam nerakamu?
Akhirnya, sayap cenderawasih terjepit di atap;
“Kita dua to” perlahan berubah senyap.
Mimpi terbang bersama kini menguap.
Terima kasih telah hadir meski sekejap.










