Oleh: Jhon Minggus Keiya
Nabire-Waroki, 17 Februari 2025
Di batas langit yang memerah,
kutitipkan namamu pada senja,
berharap warna jingganya
menyampaikan isi dadaku yang lama terpendam.
Kau seperti matahari itu
indah, tapi selalu pergi,
meninggalkan langit penuh warna
namun tanpa janji untuk kembali padaku.
Aku tetap berdiri di sini,
menyaksikan cahaya perlahan tenggelam,
sambil belajar mengerti
bahwa tak semua pesan yang dikirim senja
akan dibalas oleh hati yang dituju.












