Dewan Adat Dogiyai Dukung Frans Pigome Pimpin PT Freeport Indonesia

Dogiyai, DEIYAI WIYAI NEWS – Dewan Adat Kamu, Mapia, dan Piyaiye (KAMAPI) bersama elemen masyarakat akar rumput di Kabupaten Dogiyai menyatakan dukungan penuh kepada Frans Pigome untuk menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Dukungan tersebut disebut sebagai keputusan tunggal dan final dari masyarakat adat Dogiyai.

Sekretaris Dewan Adat Dogiyai, Alexander Pakage, mengatakan dukungan ini telah melalui pertimbangan matang dan merupakan bentuk aspirasi masyarakat adat yang ingin melihat putra Papua menduduki posisi strategis di perusahaan tambang terbesar di Indonesia tersebut.

“Bapak Frans Pigome memiliki kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan memadai mengenai dunia perusahaan dan pertambangan. Kami yakin beliau mampu membawa PT Freeport Indonesia menjadi lebih efektif dan efisien,” ujar Pakage saat ditemui wartawan di Kantor Dewan Adat Elemanida, Kabupaten Dogiyai, pada 15 November 2025.

Menurut Pakage, pihaknya bahkan telah menyampaikan aspirasi resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta meminta dukungan DPR RI yang membidangi energi dan sumber daya mineral, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan pemerintah daerah Papua Tengah.

“Waktunya orang Papua tidak hanya menjadi penonton. Mereka layak memimpin di tanah yang kaya ini. Penunjukan putra daerah akan menjadi sejarah besar bagi bangsa ini,” tegasnya.

Ia juga meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, delapan bupati se-Papua Tengah, serta seluruh lembaga DPRD daerah memberikan dukungan resmi terhadap pencalonan tersebut.

KAMAPI menilai gagasan ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dan visi pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam aspek pemerataan kesempatan dan peningkatan sumber daya manusia.

Selain itu, Pigome dikenal sebagai tokoh Papua yang memiliki pengalaman di sektor pertambangan dan terlibat aktif dalam pembangunan sumber daya manusia melalui Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Dukungan terhadap Pigome dikabarkan tidak hanya datang dari masyarakat Dogiyai, tetapi juga dari tokoh adat, pemuda, akademisi, dan berbagai lembaga adat di wilayah Papua.

“Beliau adalah simbol harapan baru. Jika dipercaya memimpin PT Freeport Indonesia, itu akan menjadi tonggak sejarah bahwa putra Papua mampu memimpin perusahaan strategis nasional bahkan internasional,” tutup Pakage.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *