GEN – Z : Dinamika Sikon dan Pembelajarannya

Oleh: Yolianus Bunai

Motivasi dan Kesadaran Bagi Gen – Z Dalam Menghadapi Sikon serta Bagaimana Cara kita Belajar Yang Baik Tanpa Membandingkan

Ketika kita membandingkan proses hidup kita dengan orang lain, seringkali kita merasa terganggu dan merasa bahwa mereka lebih maju dan berhasil. Namun, kita seringkali tidak menyadari bahwa proses yang mereka lalui juga penuh dengan tantangan dan kesulitan.

Jangan merasa bahwa kamu tertinggal atau terbelakang. Lakukan apa yang kamu yakini dan percayai untuk kebaikan tanah air kita, meskipun itu hanya sebuah aksi kecil. Pada dasarnya, proses untuk mewujudkan sesuatu tidak hanya tentang mengikuti jejak orang lain, tetapi harus memiliki prinsip dan komitmen yang jelas, serta merumuskan jalan sendiri.

Saya pernah termotivasi oleh pesan yang disampaikan oleh Abang Frater Siorus Degei pada saat nobar dan diskusi film “Bob Marley”. Abang Frater Siorus Degei mengatakan, “Belajar itu di pantat, bukan di otak”. Belajar di pantat berarti kita harus belajar untuk duduk diam dan tenang di satu tempat, karena otak hanya berfungsi sebagai memori untuk menyimpan apa yang kita pelajari.

Dalam era digital seperti sekarang, kita memang dihadapkan pada banyak informasi yang tidak lengkap atau bahkan hoax. Kita seringkali lebih banyak mengkonsumsi postingan di media sosial yang tidak lengkap atau bahkan hoax, sehingga otak kita lebih banyak menyimpan pengetahuan yang tidak akurat.

Maka, kita harus belajar kembali dari dasar dengan membaca buku atau tulisan yang lengkap, kemudian merumuskan jalan baru dengan prinsip dan komitmen yang kita yakini. Belajarlah otodidak tanpa harus meniru jejak orang lain, tetapi merumuskan pembelajaran dengan prinsip dan sikap yang kita miliki atau yakini.

Kita tidak bisa mengubah situasi dan kondisi, tapi kita bisa mengubah cara berpikir dan bertindak kita. Pengalaman dan pengetahuan kita adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Jangan biarkan situasi dan kondisi mengalahkan kita, karena kita memiliki kemampuan untuk mengubahnya.

Terima kasih atas perhatian, semoga kita dapat terus belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

“*Penulis Merupakan Mahasiswa FKIP Uncen.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *